Skip to main content

Sepeda Motor Bebek Injeksi Kencang dan Irit Jupiter Z1



Pernahkah Anda membayangkan sedang mengendarai seekor naga, reptil legendaris yang banyak dikisahkan dalam mitologi-mitologi dunia?

Naga, dalam berbagai ragam budaya dan peradaban, digambarkan sebagai makhluk sakti yang berwujud ular atau kadal bersayap. Beberapa versi menyebutkan seekor naga mampu menyemburkan napas api dari mulutnya. Naga juga dapat dijadikan sebagai kendaraan, terutama untuk bertempur.

Rupanya, sosok naga ini menginspirasi Yamaha Indonesia (http://www.yamaha-motor.co.id/) untuk menghadirkan sebuah produk sepeda motor terbarunya: All New Jupiter Z1. Produk ini merupakan sepeda motor bebek pertama Yamaha yang mengaplikasikan teknologi sistem pembakaran Fuel Injection (FI) yang menjadi puncak teknologi seri Jupiter Z dengan karakter kencang favorit kawula muda. Kecanggihan teknologi Fuel Injection ini semakin menyempurnakan All New Jupiter Z1 yang masyhur dengan karakter kecepatannya.

Sesuai tagline “Yang Lain Semakin Ketinggalan Lagi” dan key message “Mesin Baru, Fuel Injection, Performa Semakin Dahsyat”, All New Jupiter Z1 tetap hadir dengan karakter cepat namun memiliki mesin baru dan berteknologi Fuel Injection.


All New Jupiter Z1, inovasi spektakuler Yamaha

Di atas jok All New Jupiter Z1, sepeda motor bebek injeksi kencang dan irit, seorang biker seolah-olah dapat merasakan sensasi menunggang seekor naga sebagaimana Eragon, tokoh novel dalam tetralogi Warisan karya Christopher Paolini. Biker dijamin puas dan mantap saat mengendarainya karena mesin baru All New Jupiter Z1 yang mengadopsi teknologi motor balap YZ Crankshaft Technology, Low Friction Technology, dan Forged Piston mampu membuat performance-nya meningkat 20 persen.

YZ Crankshaft Technology, yang sudah digunakan di motor trail Yamaha YZ450F, berfungsi untuk meningkatkan akselerasi dan torsi. Low Friction Technology mampu memperkecil hambatan tenaga akibat gesekan sehingga tenaga mesin menjadi lebih optimal, membuat All New Jupiter Z1 yang diluncurkan Yamaha kian sempurna. Kemudian, Forged Piston yang memiliki daya tahan tinggi dan ringan, mampu menyalurkan tenaga mesin yang besar serta menjadikan motor lebih mudah berakselerasi.

Wah, jadi terbayang bagaimana seorang biker merasakan All New Jupiter Z1 melesat cepat seperti naga yang terbang mengejar kilat.

Selain itu, teknologi Fuel Injection dalam mesin baru All New Jupiter Z1 membuatnya mampu mencapai high performance, sehingga akselerasinya lebih responsif dalam kondisi apa pun (low-middle-high performance). Teknologi pengganti karburator ini pun telah terbukti dapat menghemat bahan bakar hingga 20 persen. Sebab, bahan bakar disuplai berdasarkan kebutuhan mesin. Sistem injeksi bahan bakar ini juga dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara secara lebih akurat.

Formula mesin tipe 4-langkah, 2 valve, SOHC, berpendingin udara, dan berkapasitas 113,7 cc menjadikan All New Jupiter Z1 mampu menghasilkan tenaga hingga 10,06 PS di putaran 7.750 rpm dengan torsi puncak mencapai 9,9 Nm di 6.500 rpm. Inilah yang membuat All New Jupiter Z1 berani diadu dalam berbagai ajang balapan.

Body motornya yang didesain lebih efisien untuk menembus angin, sangat mendukung performa dan kecepatan All New Jupiter Z1. Niscaya, dengan desain yang sangat aerodinamis ini, biker mudah bermanuver atau menikung meski sedang terjebak kemacetan lalu lintas. Bukankah sang naga juga terkenal lincah meliuk-liuk di sela-sela mega? Begitu pula dengan All New Jupiter Z1 ini.

Tampilan terbaru yang sungguh mengutamakan fungsi terletak pada bagian leg shield (sayap) kanan dan kiri yang didesain dalam format dua layer (lapis). Desain ini menjadikan bagian tersebut memiliki sepasang rongga vertikal yang menghadap ke depan untuk menangkap aliran angin agar maksimal mendinginkan mesin.

Dalam pemakaian sehari-hari, dengan mengendarai All New Jupiter Z1, feeling berkendara seorang biker dijamin semakin nyaman karena suara mesin dan perpindahan gigi lebih halus. Suara knalpot yang lebih bertenaga, ibarat gelegar auman sang naga, membuat pengendara lebih gagah saat menunggangi All New Jupiter Z1. Sebab, siapa lagi yang layak menunggang “sang naga” jika bukan seorang pribadi berjiwa ksatria? Feel inilah yang disebut Yamaha sebagai “premium riding feeling”.

Selanjutnya, perawatan yang lebih mudah merupakan keunggulan All New Jupiter Z1 lainnya yang pasti disukai biker selaku konsumen.

Striping naga emas dan kombinasi baru warna putih

Desain body striping All New Jupiter Z1 warna merah-hitam membuatnya tampak segarang naga.

Karakter konsumen sepeda motor di Indonesia diperhatikan betul oleh Yamaha Indonesia. Selain performa, kecepatan mesin, dan desain body yang aerodinamis, pada saat ini striping atau grafis motor turut memegang peran penting dalam menarik minat konsumen. Untuk itu, Yamaha Indonesia telah memilih grafis-grafis unik dan indah yang menghiasi “tubuh” All New Jupiter Z1, motor bebek rasa naga.

Dengan mengusung tema gold metal dragon heart (naga emas yang tengah mencakar), desain grafis atau body striping dan warna-warna baru All New Jupiter Z1 benar-benar fantastis. Naga emas metal ini ibarat robot naga yang dihidupkan oleh teknologi FI yang canggih dan futuristik. Yamaha mengambil elemen material metal untuk memperkuat kesan canggih dan modern. Grafis unik All New Jupiter Z1 pun disematkan pada side cover dan leg shield.

Desain pada tubuh All New Jupiter Z1 bertambah menarik dengan tulisan Fuel Injection pada leg shield kanan dan kiri yang tampak menegaskan adanya teknologi baru dalam motor ini. Lalu, di dekat front panel ada stiker All New Jupiter Z1.

Warna pilihan Yamaha untuk menyegarkan tampilan All New Jupiter Z1 sangat tepat untuk disajikan kepada konsumen. Hero bike warna putih secara khusus dibuat berbeda sendiri dengan paduan tiga warna, yaitu warna dasar putih yang dikombinasikan dengan merah dan hitam. Warna merah disematkan pada center backbone. Sebagai informasi, ini pertama kalinya warna merah berada di bagian itu untuk kelas motor bebek di Indonesia. Warna merah tersebut menggambarkan kecanggihan teknologi Fuel Injection. Warna putih kombinasi merah dan hitam ini hanya tersedia dalam varian All New Jupiter Z1 CW (Cast Wheel).

Lima pilihan warna untuk varian All New Jupiter Z1 CW. Hero bike berwarna dasar putih.

Varian All New Jupiter Z1 CW atau berpelek racing ini juga tersedia dalam empat pilihan warna, yaitu biru-hitam, hitam-hitam, hijau-hitam, dan merah-hitam. Untuk keempat pilihan warna tersebut, bagian centre backbone-nya berwarna hitam.

Fitur peleknya pun makin kaya dan bergaya dengan pinstripe berwarna merah buat All New Jupiter Z1 CW warna merah, hitam, dan putih. Sedangkan All New Jupiter Z1 CW warna biru dan hijau pinstripe-nya berwarna putih. Yamaha juga menyediakan All New Jupiter Z1 SW (Spoke Wheel; pelek jari-jari) dengan pilihan warna hitam kombinasi hitam dan merah kombinasi hitam.

Dua pilihan warna untuk varian All New Jupiter Z1 SW.
Harga “bebek rasa naga”

Setelah resmi meluncurkan All New Jupiter Z1 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 10 Juli 2012, Yamaha akhirnya merilis harga motor bebek pertamanya yang berteknologi motor balap dan Fuel Injection (FI) ini. Berdasarkan tipe, ada dua macam harga yang dikeluarkan, yaitu untuk All New Jupiter Z1 CW (Cast Wheel) dan All New Jupiter Z1 SW (Spoke Wheel).

Untuk on the road (OTR) Jakarta dan wilayah sekitarnya, All New Jupiter Z1 CW dibanderol seharga Rp 15,1 juta. Harga ini naik Rp 500 ribu dibandingkan sebelumnya, Rp 14,6 juta. Sedangkan All New Jupiter Z1 SW harganya Rp 14,3 juta, lebih murah Rp 800 ribu dari harga mutakhir All New Jupiter Z1 CW. (http://www.yamaha-motor.co.id)



Comments

Popular posts from this blog

Novel "Diary Pramugari" Karya Agung Webe

Judul: Diary Pramugari Penulis: Agung Webe Penerbit: Pohon Cahaya, 2011 Isi: 352 halaman ISBN: 978-602-97133-3-6 Novel yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang Jingga, bukan nama sebenarnya. Jingga adalah seorang pramugari asal Solo. Trauma masa lalu membuat Jingga membenci laki-laki. Jingga menganggap semua laki-laki hanya menginginkan tu buh wanita saja.Namun pandangan Jingga mulai berubah ketika bertemu dan mengenal Alvin, seorang pramugara senior. Cerita selengkapnya bisa Anda baca dalam novel "Diary Pramugari" karya Agung Webe yang diterbitkan oleh Penerbit & Percetakan Pohon Cahaya. Harga: Rp. 45.000, - (belum termasuk ongkos kirim. Harga ongkos kirim tergantung alamat pengiriman dan jenis pengiriman yang dipilih, biasa/regular/kilat). HUBUNGI: Willy (081578720934)

Di Mana, Yang Mana

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan "Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada." Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat, bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk "di mana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who", "whom", "which", atau "where") atau variasinya ("dalam mana", "dengan mana", "yang mana", dan sebagainya). Penggunaan "di mana", "yang mana", dll. sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Pada dasarnya, bahasa Indonesia hanya mengenal kata "yang" sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu, dan penggunaannya pun terbatas. Dengan demikian, penggunaan bentuk "di mana" maupun "yang mana" h...

Satu Jam Untuk-Nya

Doa itu bebas pulsa. (Sumber: remnantpostings.blogspot.com) “Aku tidak punya pulsaaa…,” begitu sebuah kalimat yang sering kita dengar dan lihat di sebuah iklan televisi. Apakah ukuran cinta dari seseorang itu tergantung seberapa sering sang kekasih menelepon atau mengirim SMS kepada pasangannya? Hmm…, ironis bukan? Bayangkan jika Anda terlahir di masa lalu, ketika belum ada telepon, HP, listrik, komputer, atau apalah yang saat ini sudah menjadi barang biasa di sekitar kita. Bagaimana Anda mengungkapkan cinta itu kepada pasangan Anda jika cinta Anda hanya sebatas pulsa? Hehehe…. Bagaimana pula jika kita (manusia) harus menghubungi Tuhan lewat handphone or BlackBerryTM Messenger (BBM) yang ternyata hanya berfungsi jika ada pulsa? Begitu naifnya manusia sehingga kesibukannya malah semakin menjauhakannya dari Tuhannya. Saya sendiri pernah berpikir, mengapa susah sekali saya menyediakan waktu sekitar  satu jam saja dalam sehari untuk bercengkerama dengan Tuhan. Sekedar untuk m...